Inspiring Notes

89 views

Guru Sejati

By Turrachman posted 2018-11-10 02:48:21

Guru dalam terminologi bahasa jawa berarti ; " di gugu lan ditiru " atau diikuti kata -katanya dan dan ditiru gerak langkahnya. Diikuti oleh siapa? tentu saja oleh siswa dan siswinya. Tetapi apakah peran guru hanya sebatas itu ? tentu tidak, sebab peran guru setelah di ikuti setiap nasehatnya dan dicontoh setiap perilakunya adalah guru mampu menginspirasi para siswanya agar mampu mengembangkan diri. Siswa pada prinsipnya adalah bukan seperti botol kosong yang harus diisi. Sebab siswa atau para murid sejatinya adalah makhluk Allah atau Tuhan yang sudah memiliki pengalaman hidup yang mereka peroleh dari lingkungannya masing -masing.

Tugas guru juga seperti "pemantik api" dan potensi api itu ada pada diri murid- muridnya. Menurut penelitian, proses belajar yang baik adalah proses belajar yang berangkat dari pengalaman pribadi setiap siswa. Sebab dengan mempelajari pengalaman pribadisetiap siswa guru akan menemukan strategi atau pendekatan belajar yang cocok.Kita tidak boleh memberikan startegi belajar yang sama pada setiap murid. Semua harus bisa ikut merasakan berbagai pendekatan belajar atau strategi belajar, agar siswa keberadaannya merasa di uwongke atau di akui keberadaannya.

Guru harus menjadi Elang, yang memiliki pendangan luas dan tajam. Sebab seorang guru tidak boleh menilai para siswanya dengan apa yang dilihat hari ini. Guru yang inpirasi akan selalu mendampingi proses pertumbuhan siswanya. Ketika mereka belajar, guru tidak tergesa -gesa menginginkan bahwa muridnya atau siswanya harus dengan cepat mengetahui atau menguasai materi pelajaran tertentu. Konon untuk memahami konsep perkalian pada pelajaran matematika di sekolah jepang butuh waktu 1 tahun. Coba bandingkan dengan di negara kita yang menilai para siswanya dengan konsep semesteran. Penulis pernah melihat sendiri bahwa mataeri pelajaran matematika kelas 5 di Jepang sama dengan materi matematika di 3 di Indonesia. Kalau kita menilai sekilas, maka kita akan mengatakan bahwa kemampuan amtematika anak -anak Indonesia jauuh di atas kemampuan anak -anak Jepang. Namun pertanyaannya apakah benar ?. Sedangkan kalau melihat persaingan secara global di dunia ini, maka kita pasti akan menyebutkan bahwa Jepang adalah salah satu negara penguasa tekhnologi di Dunia ini, terutama dalam bidang otomative.

Kalau kita melihat pertandingan sepak bola pada piala Dunia, seringkalai kita di suguhi sebuah kejutan -kejutan dari negara -negara yang beru saja ikut piala dunia. Biasanya mereka mampu mengalahkan negara -negara yang pernah memenangi pialad Dunia. Dan semua itu terjadi pada babak penyisihan. Artinya pada babak awal pertandingan. Dan terbukti bahwa negara -negara yang akan keluar menjadi juara piala dunia adalah negara -negara yang secara matang, konsisten, teratur mempersiapkan sebuah kemenangan. Negara -Negara tersebut adalah Spanyol, Jerman, Brazil, Italy, Argentina atau Prancis. Itu artinya sukses bukan hal yang tiba -tiba, butuh persiapan yang panjang dengan semangat yang terus membara.

Pendidikan juga demikian seharusnya, melahirkan para generasi bangsa yang mumpuni, mampu bersaing di percaturan global. Dengan mental pemenang, yaitu mental yang tahan uji, tidak instan dan memiliki semangat baja.Penulis jadi teringat sebuah cerita seorang teman yang sedang study S2 di negara Malaysia. Beliau mengatakan kata dosen saya kalau mahasiswa Indonesia ketika disuruh berdebat sangat hebat, berapi -api, tapi giliran ujian tidak mampu mengerjakan, beda dengan mahasiswa dari Malaysia, kalau debat kebanyakan hanya senyum -senyum saja, tapi begitu ujian, mereka memperoleh nilai yang maksimal.

Guru menjadi profesi yang sangat strategis. Sebab di tangan para Gurulah masa depan bangsa dipertaruhkan.Semoga kita menjagi guru -guru yang malu kalau tidak mau belajar. Semoga kita menjadi Guru yang terus mau membaca buku dan bertukar pikiran. Semoga kita menjadi guru yang memikirkan masa depan siswanya dengan cara mendidik murid -muridnya dengan kwalitas pengajaran yang terbaik. Selalu melihat bahwa mendidik bukan seperti lari 100 Meter, tapi melihat bahwa mendidik itu seperti lari marathon. Sebab Juara sejati bukan pada Start Pertama saja yang paling cepat, tapi jauara sejati adalah pelari yang mampu mengatur keseimbangan antara nafas, energi dan laju perjalanan. Selamat mencoba wahai guru Bangsa....

RELATED

Guru Sejati

By Turrachman posted November 10, 2018

Guru dalam terminologi bahasa jawa berarti ; " di gugu lan ditiru " atau diikuti kata -katanya dan d...

MEMAKNAI SEBUAH PERISTIWA

By Imam Robandi posted January 05, 2018

semangat berkemajuan dengan terus berkarya

ANGKA ANGKA

By MUSAWERNA posted November 14, 2018

Angka - angka itu bisa berubah -ubah Dari angka 1,2,3 hingga 10 Hidup kita juga demikian, Selalu be...

Menulis

By Turrachman posted November 05, 2018

Menulis akan mencerdaskan kita